Pemdes Curug Prioritaskan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) 

Pemdes Curug Prioritaskan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) 

Cirebon-Jabar, hukuminvestigasinews.com
Pemerintah Desa Curug Kecamatan Susukan Lebak Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, kini sedang merenovasi 30 rumah warga yang tidak layak huni, dan dikatakan pula dari 30 unit rumah tersebut, berada di Dusun 1 dan Dusun 2 Rt/Rw/04/03 desa curug kecamatan susukan Lebak Kabupaten Cirebon.

“Sedikitnya 30 orang warga Desa Curug yang mendapatkan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), berkumpul dan diberikan pengarahan oleh Kepala Desa Curug beserta staf yang didampingi serta disaksikan oleh BPD,  Babinsa, dan pembina desa setempat yang bertempat di desa curug tepatnya di Aula Desa saat akan di realisasikan progam tersebut.

“Berdasarkan hasil pantauan dari pengurus lingkungan diwilayah masing-masing terkait rumah-rumah yang tidak layak huni dan alhamdulillah hari ini ada jawaban dari pihak Pemerintah melalui bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat. Kades yang akan menyerahkan bantuan Rutilahu tersebut melalui LPM kepada 30 orang warga Desa Curug tahun 2022 ini,” terang seorang dari penerima pada saat di temui di rumahnya.

“Karena ini sifatnya bantuan, kami berharap bagi warga yang lain yang mendapatkan program Rutilahu ini agar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin”, harapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh masyarakat sekitar, saat mendengarkan pengarahan pemdes ia mengatakan bahwa untuk program bantuan Rutilahu tahun 2022 desa curug hanya mendapatkan 30 unit,”terangnya,

“Mudah-mudahan bermanfaat dan ditahun mendatang bagi warga Desa Curug lainnya yang belum dapat semoga mendapat giliran dan kades curug juga mengatakan pada saat itu akan kami upayakan untuk mendapatkannya dan tolong dipergunakan dijaga sebaik baiknya.” papar warga sekitar saat dikonfirmasi awak media.

Pemdes curug dan LPM setempat sangat beruntung atas guyubnya masyarakat desa curug dalam bahu membahu sesama warganya terkait bentuk kegiatan rutilahu dan dalam kegiatan masyarakat desa curug jenis apapun” paparnya.

Pihaknya juga mengatakan meski ditengah pandemi Covid 19, yang cukup menghambat pembangunan di desa karena pengalihan anggaran dana desa untuk penanggulangan dampak Covid 19, ia selalu Oktimis selalu mencoba terus mengajukan anggaran tersebut untuk rumah tidak layak huni ketingkat provinsi.

“Penanganan dampak Covid memang penting, tapi rutilahu ini juga tidak kalah pentingnya, jadi ia tetap usahakan untuk melakukan permohonan ke tingkat provinai untuk renovasi rutilahu,”ucapnya.

Meski anggarannya terbatas, pihaknya tetap oktimis dan berupaya terus agar 30 unit rumah tersebut bisa selesai dengan maksimal, sebab komitmen masyarakatnya untuk memprioritaskan perkembangan desa tidak diragukan lagi,” pungkasnya.

(Boby-cirebon).

Red.(ab).